Hy, Welcome To My Blog . .
wish can give more knowledge for all of you

Minggu, 15 Desember 2013

INDIKATOR DAN PENGUKURAN NON MONETER MODAL INTELEKTUAL


Saat ini upaya memberikan penilaian terhadap modal intelektual merupakan hal yang penting. Hal ini didasari oleh banyaknya perusahaan yang memiliki aset fisik yang kecil, namun tetap eksis karena inovasi-inovasi yang mereka miliki. Kesulitan terbesar dalam melakukan pengukuran terhadap modal intelektual adalah masalah penilaiannya. Seperti diketahui bahwa konsep pengukuran dalam akuntansi dibagi menjadi dua yaitu pengukuran moneter dan pengukuran non moneter.
Mengkuantifikasi modal intelektual secara moneter dalam neraca dimungkinkan namun masalahnya bagaimana menginterprestasikan angka-anga tersebut (Johanson dan Nielson, 1990). Kritikan lain sehubungan dengan pengukuran secara moneter adalah sulitnya menunjukkan unsur-unsur yang menyumbangkan modal intelektual dan adanya kekawatiran bahwa pengkapitalisasian biaya menjadi aset membuka celah terjadinya manipulasi laba.
Sveiby (1998) menyatakan bahwa pengukura yang bersifat non moneter akan lebih baik. Pengukuran non moneter yang telah diperkenalkan saat ini adalah balance scorecard yang dikembangkan oleh Kaplan dan Norton, mereka membagi pengukuran modal intelektual menjadi empat fokus yaitu : financial focus, customer focus, process focus, dan learning focus. Yang kemudian oleh Skandia Assurance (Edvinson dan Mallone) dikembangkan menjadi lima fokus. Kelima fokus tersebut antara lain :
1)      Fokus terhadap keuangan (financial focus)
Fokus ini terdapat kemiripan dengan informasi tradisional dari sebuah laporan perusahaan, namun terdapat perbedaan perlakuan terhadap biaya yang dikeluarkan. Beberapa kejadian yang sebelumnya dianggap sebagai beban, sekarang dianggap dapat memberikan benefit bagi perusahaan dimasa mendatang. Contohnya pengeluaran untuk investasi didalam teknologi, pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan, pendapatan perkapita dan biaya tetap pekerja.
2)     Fokus terhadap konsumen (customer focus)
Posisi perusahaan atas produk dan jasa ditentukan dari prilaku konsumen misalnya : berapa lama konsumen memakai produk kita, tingkat kepuasan, umpan balik perusahaan terhadap konsumen.
3)     Fokus terhadap proses (process focus)
Berhubungan dengan infrastruktur perusahaan, termasuk didalamnya tingkat teknologi yang digunakan perusahaan. Pandangan ini tidak identik dengan laporan biaya untuk pembelian sebuah komputer namun lebih kearah keberhasilan dalam mengaplikasikan komputer tersebut. Contoh lainnya adalah kontrak yang diproses tanpa kesalahan, dll.
4)     Fokus pembaharuan kembali (learning focus)
Fokus ini menilai kemampuan perusahaan untuk tanggap terhadap tantangan dimasa depan. Hal ini mengandung dua aspek. Pertama, tentang posisi perusahaan dalam pasar, yang meliputi perubahan dalam perilaku konsumen, perubahan dalam permintaan konsumen, penilaian untuk riset dan pengembangan pangsa yang baru. Aspek kedua menyangkut kesiapan perusahaan dalam merespon perubahan. Seperti kondisi ketenagakerjaan, pelatihan, waktu yang diperlukan bagi produk untuk berkembang dari tingkat penelitian hingga siap dipasarkan dan perkembangan dalam penggunaan paten.
5)     Fokus manusia
Meliputi penilaian terhadap sumber daya manusia dalam perusahaan. Dalam balance scorecard Skandinavia, ini merupakan elemen yang paling kompleks dan dinamis,dikarenakan pembagian sosial yang lebih besar. Misalnya pada kebijakan perusahaan tentang kerja paruh waktu, telekomunikasi, dan pengerahan kemampuan.

Sumber : Widiyaningrum, Ambar (2004) Modal Intelektual,  Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, Vol. 1 pp. 16-25 : DepartemenAkuntansi FEUI.



INDEPENDENSI AUDITOR

Sebagai seorang Auditor  yang bertugas mengontrol keabsahan suatu laporan keuangan harus mempunyai independensi yang tinggi dalam menjalankan setiap tugas nya. Tanggung jawab dan kejujuran auditor sangat penting dibutuhkan dalam memberikan opini tentang ada atau tidak nya kecurangan suatu laporan keuangan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga keabsahan hasil audit terhadap laporan keuangan yang diauditnya. Selain itu independensi auditor sangat penting di mata masyarakat baik yang berkepetingan langsung maupun tidak terhadap laporan keuangan. Laporan keuangan yang telah diaudit digunakan oleh perusahaan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai hasil kinerja keuangannya. Dari hasil tersebut para calon investor dapat melihat kelayakan investasi pada perusahaan tertentu yang ingin.
Independensi juga berarti sebagai seorang auditor dalam mengaudit laporan keuangan harus bebas campur tangan pihak luar. Auditor dilarang memihak pihak-pihak tertentu, baik pihak internal perusahaan maupun yang lainnya. Auditor yang memiliki hubungan keluarga dengan perusahaan yang diaudit akan menimbulkan kecurigaan hasil pemeriksaan di mata pihak eksternal mengenai kewajaran hasil auditnya dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kerja sama dalam hal kecurangan. Sehingga auditor yang ditugaskan untuk mengaudit laporan keuangan sebaiknya auditor yang tidak mempunyai kepentingan maupun kedekatan dengan perusahaan yang akan diperikasanya. Auditor harus mampu mandiri bekerja tanpa ada pengaruh maupun tekanan dari pihak tertentu.
Objektivitas merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang auditor. Objektivitas disini berarti auditor harus mampu bekerja serta mengungkapkan hasil kerja nya benar-benar sesuai dengan fakta yang ada. Auditor harus mampu memberikan bukti-bukti pendukung keabsahan hasil pemeriksaannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa auditor dalam menjalankan penugasan mampu menyajikan hasil yang berkualitas dan kuat (dapat dipercaya). Sehingga pemakai laporan keuangan yakin bahwa hasil tersebut bukan hasil manipulasi yang selanjutnya dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Sebagai contoh manfaatnya :
1.  Bagi calon investor: sebagai bahan pertimbangan yang benar sebelum melakukan investasi. Dengan melihat laporan keuangan suatu perusahaan, calon investor dapat menilai kelayakan akan invesatasinya.
2.    Bagi mahasiswa : sebagai bahan penelitian dalam study reseach. Dalam pemilihan objek penelitian mahasiswa harus memilih data yang valid serta telah diaudit dengan benar.
3. Bagi pemerintah : sebagai dasar penentuan taif pajak sesuai laporan keuangan perusahaan yang benar.
4.  Bagi masyarakat umum : masyarakat umum mungkin tidak brkepentingan langsug terhadap laporan keuangan, namun mereka dapat menilai kinerja perusahaan dari hasil laporan keuangan tersebut serta citra yang penting bagi perusahaan.

Jumat, 29 November 2013

Etika Profesi Akuntansi

KEPEDULIAN PELAKU BISNIS TERHADAP ETIKA

Etika merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pelaku bisnis, karena etika mampu mengatur sikap yang positif dalam bekerja. Sebagai contoh kepedulian pelaku bisnis terhadap etika yaitu bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan bermoral positif. Ketiga etika tersebut  akan mengarahkan kepada hasil kerja yang optimal. Optimal disini diartikan sebagai pencapaian hasil kerja sesuai dengan etika-etika yang ada dan selanjutnya mampu memberi dampak positif bagi pelaku bisnis baik pribadi maupun yang ada kaitannya dengan masyarakat. Dampak positif terhadap terhadap pribadi yaitu adanya rasa tenang dan puas karena mampu bekerja dengan jujur dan adil. Sedangkan dampak dalam masyarakat yaitu pelaku bisnis akan bisa lebih dipercaya dan dihormati oleh masyarakat atas sikap kerja yang dimilikinya.
Selain itu, dalam menunjukkan kepedulian terhadap etika juga dapat diwujudkan dengan beberapa hal berikut ini :
1.     Pengendalian diri : pelaku bisnis harus mampu mengendalikan diri agar tidak mencari keuntungan dengan jalan yang curang.
2.  Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) : pelaku bisnis dalam menjalankan tugas harus memikirkan pula kepentingan masyarakat. Tidak boleh bertindak atau menentukan kebijakan yang justru merugikan masyarakat.
3.     Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang-ambing : komitmen yang tinggi dari pelaku bisnis terhadap pekerjaannya harus kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak tertentu yang mencari keuntungan pribadi.
4.  Menciptakan persaingan yang sehat : dunia bisnis memang erat sekali dengan persaingan dan bagi pelaku bisnis yang memiliki etika harus mampu mengahadapi persaingan tersebut dengan cara yang sehat, tidak boleh menempuh jalan curang untuk demi menjatuhkan pesaing.
5.  Menerapkan konsep “pengembangan berkelanjutan” : pelaku bisnis harus mampu berfikir “going concern”  karena keberhasilan suatu usaha tidak hanya dilihat saat ini tetapi harus tetap dijaga dan dikembangkan secara terus menerus.
6.    Menghindari sifat 5K (katabelece, kongkalikong, koneksi, kolusi dan komisi) : kelima sifat tersebut hanya akan membawa pelaku bisnis dalam kehancuran karena sifat-sifat tersebut merugikan diri sendiri dan orang lain, contohnya korupsi.

7.     Mampu menyatakan kejujuran : kejujuran merupakan salah satu kunci sukses dalam berbisnis. Sebagai contoh, seorang auditor harus berani menyampaikan pendapatnya sesuai hasil yang telah diauditnya tanpa ada unsur manipulasi data (dalam hal adalah hasil dari data yang diaudit).

Etika Profesi Akuntansi

PRINSIP – PRINSIP ETIKA

Prinsip etika merupakan aturan atau pedoman yang seharusnya dilaksanakan dalam beraktivitas, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Karena dengan adanya prinsip-prinsip tersebut perilaku masyarakat bisa lebih terarah.
Berikut ini merupakan contoh prinsip-prinsip etika :
  1.       Prinsip Tanggung jawab : sebagai seorang profesional dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan  sudah seharusnya didasari dengan sikap tanggung jawab. Mereka dituntut memiliki sikap tanggung jawab baik terhadap cara kerjanya maupun hasil dari pekerjaannya. Pertama, Mereka harus mampu bertanggung jawab selama menjalankan tugas yang disesuaikan juga dengan aturan moral. Kedua, sebagai profesional dituntut mempertanggung jawabkan juga hasil kerjanya tersebut.
  2.      Prinsip Keadilan : prinsip ini berarti dalam melaksanakan tugas tidak boleh ada unsur diskriminasi, dan harus adil. Pelayanan harus diterapkan secara adil tanpa merugikan pihak lain dan tidak membeda-beda kan dalam memberikan pelayanan. Sebagai contoh penerapan prinsip adil ini yaitu pelayanan dengan sistem antrian, bagi yang antri lebi awal dia lah yang mendapakatkan pelayanan pertama. Prinsip ini sangat penting diterapkan dalam semua bidang,  karena dengan prinsip ini memungkinkan adanya kesinambungan antara kepercayaan masyarakat dengan pelaksana tugas yang dampaknya positif.
  3.      Prinsip Otonomi : prinsip ini menggambarkan kebebasan yang berhak dimiliki oleh pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatannya tanpa ada pihak luar yang ikut campur. Seperti misalnya otonomi daaerah, pemerintah daerah mempunyai hak dalam mengatur daerahnya sendiri serta menentukan kebijakan tanpa ikut campur dari pemerintah pusat. Meskipun ada kebebasan tersebut, pemerintah pusat wajib menjaga dan mengawasi sistem otonomi daerah tersebut supaya tetap berjalan sesuai peraturan.
  4.       Prinsip Integritas Yang Tinggi : Dengan menjalankan ketiga prinsip diatas, pelaku profesi sudah menunjukkan dirinya memiliki integritas. Integritas penting kaitanya dengan nama baik atau citra pelaku profesi dimata umum. Integritas juga dapat ditunjukkan dengan cara kerja yang disesuaikan atas ketentuan moral yang tidak  menjatuhkan martabat atau citra pelaku profesi. Sebagai contoh anggota penegak hukum tidak boleh menerima suap maupun korupsi, karena hal itu dapat mencoreng nama baiknya dimata masyarakat. Sehingga integritas penting dijaga agar profesi nya tidak hancur karena sikap moral yang merugikan.



Jumat, 01 November 2013

Tugas Etika Profesi Akuntansi

Softskill merupakan kemampuan individu yang tidak tampak secara fisik namun ada dalam diri masing-masing individu. Kemampuan tersebut dapat mengatur pola fikir, tingkah laku, serta ucapan seseorang. Softskill dibagi menjadi dua macam, yaitu softskill personal dan softskill interpersonal. Pengertian softskill personal ialah kemampuan seseorang dalam mengatur dirinya sendiri, seperti mengatur pola fikir dan emosi sendiri. Sedangkan softskill interpersonal ialah kemampuan seseorang yang berkaitan dengan individu lain seperti kemampuan komunikasi dan kemampuan membangun relasi.
Salah satu softskill yang penting dimiliki oleh seseorang yaitu jujur. Jujur berarti mampu dan berani berkata yang sebenarnya dan bertindak sesuai dengan aturan yang ada (tidak curang). Dalam dunia kerja jujur sangat lah penting karena kejujuran merupakan kunci kepercayaan dari pihak lain atau relasi kerja. Berbekal kejujuran, seseorang akan dipercaya oleh orang lain yang besar kemungkinannya dapat membantu meningkatkan pekerjaan seseorang yang memiliki kejujuran tinggi tersebut. Sebagai contoh yaitu : 
1. seorang akuntan dalam menyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan bukti-bukti transaksi                   yang jelas.

2. Seorang auditor harus berani memberi opini yang sebenarnya atas laporan yang telah diaudit nya.

  

Jumat, 18 Oktober 2013

Tugas SoftSkill : Etika Profesi Akuntansi


SoftSkill adalah sebuah istilah dalam sosiologi tentang EQ (Emotional Intelligence Quotient) seseorang, yang dapat dikategorikan /klusterkan menjadi kehidupan sosial, komunikasi, bertutur bahasa, kebiasaan, keramahan, optimasi.
Soft Skill atau keterampilan lunak menurut Berthhall (Diknas, 2008) mendefinisikan soft skill sebagai “personal and interpersonal behaviour that develop and maximize human performance (e.g.coaching, team building, decision making, initiative)”. Merupakan tingkah laku personal dan interpersonal yang dapat mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia (melalui pelatihan, pengembangan kerja sama tim, inisiatif, pengambilan keputusan lainnya. Keterampilan lunak ini merupakan modal dasar peserta didik untuk berkembang secara maksimal sesuai pribadi masing-masing.
Salah satu sifat softskill  yang yangharus dimiliki yaitu JUJUR. Sebagai contoh, seorang akuntan harus jujur dalam membuat laporan keuangan, tidak boleh memanipulasi angka sedangkan audior harus memberikan keputusan yang benar.





Minggu, 26 Mei 2013

Tugas Bahasa Inggris ( skill 10 )

Skill 10 : ADJECTIVE CLAUSE CONNECTOR / SUBJECTS
Pada skill 9 kita telah melihat bahwa adjective clause connectors dapat digunakan untuk memperkenalkan anak kalimat yang menjelaskan kata benda. Pada skill 10 kita akan melihat bahwa dibeberapa keadaan sebuah adjective clause connectors tidah hanya sebagai sebuah penghubung, sebuah adjective clause conectors juga bisa menjadi subjek anak kalimat di waktu yang bersamaan.

Pada contoh pertama, ada dua anak kalimat : we adalah subjek daripada kata kerja are looking, dan that adalah subjek dari kata kerja is. Dua anak kalimat ini digabungkan dengan penghubung that. Perlu diperhatikan bahwa pada contoh ini kata that melayani dua fungsi di waktu bersamaan, yaitu subjek kata kerja is dan penghubung yang menggabungkan dua anak kalimat. Adjective clause that is quite expensive menjelaskan kata benda house.
Pada contoh kedua, juga ada dua anak kalimat : house merupakan subjek dari kata kerja seems, dan that merupakan subjek dari kata kerja is. Pada contoh ini, that juga melayani dua fungsi : yaitu subjek dari kata kerja is dan penghubung yang menggabungkan dua anak kalimat. Karena that is quite expensive adalah adjective clause menjelaskan kata benda house, itu langsung diikuti house.
Contoh berikutnya menunjukkan bagaimana pola kalimat ini dapat diuji pada struktur pertanyaan tes TOEFL.
Pada contoh ini, kamu harus segera memperhatikan bahwa kalimat tersebut mempunyai dua kata kerja, dropped dan is, dan masing – masing memerlukan sebuah subjek. Hanya jawaban yang memiliki dua subjek adalah jawaban (B), jadi jawaban (B) adalah jawaban yang benar. Kalimat yang benar harus berbunyi : The woman who just dropped off a package for you is my sister.  Pada kalimat ini woman adalah subjek kata kerja is dan who adalah subjek dari kata kerja dropped. Who juga merupakan penghubung yang menggabungkan dua anak kalimat.

Berikut daftar tabel adjective clause connector / subjects dan pola kalimat yang digunakan dengan mereka